Sebagai perbandingan, hanya Gabriel Jesus—yang tampil sebagai pemain pengganti—yang memiliki jumlah sentuhan lebih sedikit, yakni delapan sentuhan dalam sembilan menit.
Angka ini memperkuat kesan bahwa Gyokeres belum mendapatkan suplai yang cukup atau belum menemukan ruang yang tepat untuk mengeksekusi kekuatannya.
Rencana ‘Lebih Langsung’ Belum Terwujud, Serangan Balik Masih Sama!
Pada musim panas lalu, sempat muncul optimisme bahwa Arsenal akan menerapkan permainan yang lebih langsung dan transisional untuk mengoptimalkan karakter Viktor Gyokeres. Secara teori, gaya seperti ini bisa memberi lebih banyak situasi satu lawan satu, ruang terbuka, dan momen menyerang cepat.
Namun hingga saat ini, rencana tersebut dinilai belum benar-benar terlihat dalam pertandingan. Buktinya, Arsenal disebut masih menghasilkan jumlah serangan balik cepat yang sama seperti musim lalu, yaitu sekitar 0,9 per pertandingan.
Jika angka ini tidak berubah, Viktor Gyokeres berpotensi terus berada dalam kondisi “menunggu bola” alih-alih menjadi titik utama yang diberi ruang untuk menghukum lawan.
Faktor Sial: Sempat Tampil Bagus vs Burnley, Lalu Cedera
Situasi ini juga tidak sepenuhnya hitam-putih. Viktor Gyokeres sempat menunjukkan performa terbaiknya mengenakan seragam Arsenal, terutama pada babak pertama melawan Burnley bulan lalu.
Sayangnya, momen positif itu tidak berlanjut karena ia kemudian mengalami cedera, yang otomatis mengganggu ritme, kebugaran, dan konsistensi penampilan.
Posisi Striker Utama Mulai Dipertanyakan: Viktor Gyokeres vs Gabriel Jesus dan Kai Havertz?
Pertanyaan berikutnya kini mengarah pada status Viktor Gyokeres di lini depan: apakah ia masih menjadi pilihan utama Arsenal?


