Inilah yang membuat wacana kedatangan Eyong semakin relevan. Profilnya sebagai finisher murni bisa menjadi pelengkap gaya bermain Arsenal di bawah Mikel Arteta.
Bahkan bukan tidak mungkin, jika situasinya tepat, salah satu dari Jesus atau Havertz dilepas untuk membuka tempat bagi sang wonderkid.
Baik Havertz maupun Jesus memiliki fleksibilitas bermain di beberapa posisi, sehingga kehadiran Eyong tetap bisa menjaga kedalaman skuad Arsenal tanpa mengganggu struktur permainan.
Secara performa, Eyong saat ini merupakan salah satu prospek paling menjanjikan di Spanyol.
Ia telah mencetak lebih banyak gol daripada Vinicius Jr musim ini, dan berada di posisi kedua dalam kontribusi gol La Liga, hanya kalah dari Kylian Mbappe dan sejajar dengan Julian Alvarez serta Vinicius.
Kini yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana Arteta melihat kecocokan sang pemain dalam rencana jangka panjang, serta apakah Eyong bersedia bergabung pada bursa transfer musim panas 2026.
Situasi ini jelas menjadi hal yang layak dipantau dalam beberapa bulan ke depan.


