Menurutnya, penting bagi pemain muda untuk merasakan dinamika naik-turunnya karier profesional, termasuk saat tidak dipilih dalam starting XI.
Arteta menggambarkan bagaimana Lewis-Skelly harus melewati fase emosional berat setelah musim lalu bersinar sebagai bek kiri, lalu kembali ke realitas kompetitif yang ketat.
Dalam pandangannya, sikap Lewis-Skelly selama masa sulit—termasuk semangat latihan dan dukungan terhadap rekan setim—menjadi indikator kesiapan mental untuk dipercaya.
H3: Dari Posisi Asing ke Jantung Permainan
Meski dikenal sebagai bek kiri selama debutnya, sebenarnya Lewis-Skelly tumbuh sebagai gelandang di akademi Arsenal.
Transisi ke posisi bek kiri awalnya menjadi ujian adaptasi, namun justru menunjukkan kecerdasan taktis dan kemampuan bertahan yang cepat berkembang.
Kini, kembalinya ke tengah lapangan memungkinkan ia mengekspresikan kekuatan aslinya: kemampuan membaca permainan, dribel agresif saat berbalik arah, serta stamina luar biasa untuk menutup ruang lawan.
Ia juga menunjukkan kualitas passing yang kreatif dan akurat, elemen penting yang dibutuhkan dalam skema permainan Arteta.
H3: Dampak Taktis dan Masa Depan di Skuad
Kehadiran Lewis-Skelly memberi opsi baru di lini tengah yang selama ini bergantung pada kombinasi Declan Rice dan Martin Zubimendi.
Dengan potensi memainkannya bersama Merino atau bahkan menarik Odegaard lebih ke depan, Arsenal kini memiliki kedalaman taktis yang lebih fleksibel.
Keberhasilannya juga menekan biaya potensial untuk perekrutan gelandang baru di bursa transfer mendatang.


