Pelatih berusia 43 tahun itu menegaskan bahwa pertemuan tersebut bukanlah rapat krisis.
Mikel Arteta menyebut diskusi kelompok semacam ini sudah menjadi bagian dari rutinitas Arsenal, termasuk saat mereka menjalani laga di luar negeri.
Ia menilai komunikasi terbuka sangat penting agar para pemain Arsenal tidak terjebak dalam rutinitas harian yang justru bisa menghambat performa, terutama ketika bersaing ketat di Liga Inggris dan Liga Champions.
Mikel Arteta mengungkapkan bahwa pertanyaan paling mendasar yang ia ajukan adalah bagaimana setiap individu ingin menjalani empat bulan penentuan ke depan. Bagi Arsenal, fase ini menjadi momen krusial untuk membuktikan mental juara.
Menanggapi pertanyaan soal luka batin akibat finis sebagai runner-up selama tiga musim beruntun, Mikel Arteta yakin Arsenal mampu bangkit. Ia melihat mental para pemain justru menunjukkan semangat juang yang semakin menyala.
Dengan gestur penuh keyakinan, Mikel Arteta menggambarkan respons pemain Arsenal yang dipenuhi energi dan optimisme. Menurutnya, keyakinan inilah yang dibutuhkan untuk melewati rintangan demi rintangan di Liga Inggris.
Arteta menegaskan bahwa jalan menuju kesuksesan tidak pernah mudah. Arsenal harus siap menghadapi berbagai tantangan, karena tanpa rintangan, perjuangan di Liga Inggris hanya akan menjadi ilusi belaka.
Kesempatan untuk kembali ke jalur kemenangan akan datang saat Arsenal menghadapi Kairat Almaty di Liga Champions UEFA. Laga ini berpotensi menjadi kemenangan kedelapan beruntun bagi pasukan Mikel Arteta di kompetisi tersebut.


