“Saat itu saya berada di depan apartemen saya di Cologne ketika Arsène Wenger menelepon,” ujar Podolski.
“Itu seperti mimpi. Saya bermain untuk Cologne, lalu mendapat kesempatan bergabung dengan klub besar seperti Arsenal dan tampil di Premier League—itu mimpi besar bagi saya. Begitu menerima telepon itu, saya langsung tahu saya harus pindah.”
Ia menambahkan bahwa ada beberapa klub lain yang berminat merekrutnya, namun tidak ada yang mampu menyaingi daya tarik Arsenal setelah percakapannya dengan Wenger.
“Ketika saya bertemu dengan orang-orang klub, rasanya benar. Atmosfer kekeluargaan, dari staf pelatih hingga orang-orang di ruang ganti, membuat saya yakin Arsenal adalah tempat terbaik untuk saya,” ungkap Podolski.


