Ia kembali dipercaya tampil melawan West Ham, kali ini sebagai bek kiri setelah Riccardo Calafiori mengalami cedera di babak pertama.
Dalam waktu kurang dari dua minggu, Myles Lewis-Skelly bertransformasi dari pemain cadangan menjadi sosok vital dalam ambisi Arsenal meraih gelar Premier League dan menembus final Liga Champions.
Bagi sang pemain, kembalinya ke posisi tengah terasa sangat alami.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya telah sering berlatih di posisi gelandang, sehingga merasa nyaman saat diberi kepercayaan melawan Fulham.
Arteta secara langsung memberinya arahan taktis sebelum laga, memintanya untuk bermain penuh keberanian.
Lewis-Skelly mengikuti instruksi itu dengan tekad kuat, menyadari bahwa Premier League 2025/26 menuntut mentalitas yang tangguh dari setiap pemain.
Perjalanan naik-turun ini menjadi ujian mental yang berat baginya di awal musim.
Ia mengakui bahwa masa sulit itu tidak mudah dilalui, tetapi justru memperkuat karakternya sebagai atlet profesional.
Menurutnya, olahraga tidak selalu berjalan linear, dan bagaimana seseorang bangkit dari keterpurukan yang menentukan kualitasnya.
Ia memilih untuk menjauh dari hiruk-pikuk media sosial dan fokus pada proses latihan serta persiapan.
Untuk itu, ia meminta keluarga dan teman-temannya tidak menyampaikan komentar negatif dari luar.
Baginya, penting untuk tetap berada dalam momen, menghadapi tantangan, dan keluar sebagai pribadi yang lebih kuat.
Kunci kesuksesannya adalah kesiapan mental dan fisik, selalu berlatih seolah-olah menjadi starter utama.


