Myles Lewis-Skelly telah menjalani musim yang penuh tantangan namun penuh makna dalam perjalanan kariernya di Arsenal.
Pemain muda berbakat ini menunjukkan ketahanan mental dan kesiapan yang luar biasa saat kembali menjadi bagian penting skuad utama di tengah persaingan sengit Premier League 2025/26.
Setelah awal karier yang menjanjikan musim lalu sebagai bek kiri ofensif dan mendapat panggilan timnas senior Inggris, ekspektasi tinggi menyelimuti perkembangannya di musim ini.
Namun, perjalanan Myles Lewis-Skelly tidak berjalan mulus seperti yang dibayangkan banyak pihak.
Sebelum pertandingan melawan Bournemouth yang berakhir dengan kekalahan 2-1, pemain berusia 19 tahun itu belum pernah menyelesaikan 90 menit penuh di Premier League sepanjang musim.
Dari awal tahun hingga kekalahan dari Bournemouth di Emirates, ia hanya tampil 33 menit di liga.
Situasi tersebut membuat namanya nyaris menghilang dari radar tim utama.
Perubahan besar terjadi ketika Mikel Arteta memberinya kesempatan tak terduga sebagai gelandang tengah dalam laga kontra Fulham.
Lewis-Skelly tidak menyia-nyiakan momen tersebut dan tampil meyakinkan di lini tengah, menunjukkan kedewasaan di atas usianya.
Performa impresifnya membuat Arteta mempertahankannya dalam starting XI untuk laga krusial Liga Champions, babak semifinal leg kedua melawan Atletico Madrid.
Laga tersebut menjadi salah satu pertandingan paling penting Arsenal dalam beberapa tahun terakhir.
Meski bermain di panggung Eropa yang menuntut mental kuat, Lewis-Skelly tampil tenang dan terkendali sepanjang pertandingan.


