Menurut laporan Guardian Sport, aturan yang diterapkan antara lain:
1. Pertandingan tidak disiarkan secara langsung.
2. Tayangan melalui proses editing besar-besaran dan dipangkas menjadi 60 menit.
3. Seluruh tulisan atau signage berbahasa Inggris di stadion akan ditutup dengan grafis buatan pemerintah Korea Utara.
4. Cuplikan pemain asal Korea Selatan seperti Kim Ji-soo dan Hwang Hee-chan akan dihapus sepenuhnya.
5. Adegan yang menampilkan simbol LGBTQ+ juga akan disensor.
What the helly is going on in North Korea and why are they Arsenal fans pic.twitter.com/HtRQE7iOkY
— Saud Obaid™ 🇿🇦 (@SaudObaid03) November 23, 2025
Kebijakan ini sejalan dengan kontrol ketat sistem pemerintahan Korea Utara terhadap informasi dan budaya luar yang masuk ke negara tersebut.


