LONDON – Dalam hitungan hari, Gabriel Martinelli merasakan dua sisi dunia sepak bola yang sangat kontras.
Dari kritik tajam hingga pujian setinggi langit, pemain sayap Arsenal itu kembali menjadi pusat perhatian publik.
Nama Martinelli sempat disorot negatif setelah aksinya di penghujung laga Arsenal kontra Liverpool yang berakhir imbang 0-0. Saat itu, pemain asal Brasil tersebut mencoba mendorong Conor Bradley yang tengah cedera agar segera keluar lapangan.
Tindakan tersebut memicu kecaman luas dari penggemar dan pengamat, bahkan membuatnya mendapat label yang tidak pantas.
Menyadari kesalahannya, Martinelli pun langsung menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui media sosial.
Namun, respons terbaik datang bukan lewat kata-kata, melainkan lewat performa di lapangan.
Hanya berselang beberapa hari, pemain berusia 24 tahun itu tampil gemilang dengan mencetak hat-trick pertamanya bersama Arsenal saat menghadapi Portsmouth di ajang Piala FA.
Arsenal yang sempat tertinggal akhirnya bangkit dan memastikan kemenangan, sekaligus melangkah ke babak keempat kompetisi tersebut.
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, menilai momen ini sebagai bukti kuat kepribadian Martinelli. Menurutnya, cara seorang pemain bangkit setelah menghadapi tekanan adalah hal terpenting dalam sepak bola level atas.
“Dalam sepak bola, selalu ada momen sulit. Yang terpenting adalah bagaimana Anda menyikapinya,” ujar Arteta.
“Dia tahu di dalam hatinya alasan di balik apa yang dia lakukan, dan dia mampu meresponsnya dengan cara yang tepat,” tambah Arteta.


