Aturan tersebut juga menegaskan bahwa setiap pelanggaran dapat berujung pada sanksi, baik kepada pemain maupun klub, yang dijatuhkan oleh penyelenggara kompetisi, federasi nasional, atau FIFA.
Dengan dasar regulasi ini, selebrasi Gabriel Jesus berpotensi masuk dalam kategori pelanggaran, meskipun konteksnya bersifat personal dan religius.
Preseden Kasus Cody Gakpo
Menariknya, kasus serupa pernah terjadi belum lama ini. Pada April 2025, Cody Gakpo juga memperlihatkan pesan yang sama saat merayakan gol. Namun, dalam kasus tersebut, FA memilih tidak menjatuhkan sanksi.
Seperti dilaporkan Liverpool Echo, FA hanya mengirimkan surat kepada Gakpo dan klubnya sebagai pengingat terkait aturan perlengkapan dan iklan dalam sepak bola. Tidak ada tuntutan lanjutan atau hukuman yang dijatuhkan.
Preseden ini menimbulkan pertanyaan: apakah FA akan bersikap konsisten dan mengambil pendekatan serupa terhadap Gabriel Jesus, atau justru memilih langkah berbeda?
FA Masih Pertimbangkan Langkah
Hingga kini, belum ada kepastian apakah FA akan menjatuhkan sanksi atau hanya memberikan peringatan.
Otoritas sepak bola Inggris disebut telah dimintai komentar terkait insiden tersebut, namun keputusan akhir masih dinantikan.
Sementara Arsenal menikmati kemenangan penting di jalur perburuan gelar, sorotan kini bergeser ke luar lapangan—menanti apakah selebrasi emosional Gabriel Jesus akan berakhir sebagai catatan ringan, atau justru menjadi persoalan disipliner berikutnya.


