Kehadiran wajah familiar seperti Merino jelas membantu proses tersebut, mengingat keduanya sudah saling memahami karakter permainan masing-masing sejak lama.
Kenangan Pertemuan Pertama
Mikel Merino pun mengenang momen pertama kali bertemu Zubimendi saat masih di Real Sociedad. Ia masih ingat betul bagaimana Zubimendi tampil sebagai pemain muda dengan senyum khasnya.
“Dia selalu tersenyum, bahkan saat bermain. Itu yang paling mencolok. Saya ingat suatu hari melihat bangku cadangan dan bertanya-tanya, ‘Siapa pemain ini?’ Kami bahkan belum sempat banyak berlatih bersama,” kenang Merino sambil tertawa.
Senyum itu, menurut Merino, masih tetap ada hingga sekarang—meski lebih sering terlihat di luar lapangan.
Keputusan Besar Menuju London
Menjelang kepindahannya ke Arsenal, Zubimendi mengaku sempat berdiskusi dengan Merino. Namun, ia menegaskan keputusan tersebut tetap diambil secara pribadi.
“Pendapat dari pemain yang sudah berada di tim tentu membantu. Obrolan dengan Mikel membuat saya lebih yakin, meski pada akhirnya keputusan itu tetap milik saya,” ujar Zubimendi.
Merino sendiri menolak disebut sebagai “agen” dalam proses transfer tersebut. Ia memahami betul betapa besar arti Real Sociedad bagi Zubimendi.
“Itu keputusan yang sangat personal dan penting dalam karier. Secara egois tentu saya ingin dia bersama kami, tapi yang terpenting adalah dia yakin dengan pilihannya. Sekarang, saya bersyukur bisa kembali bermain bersamanya, baik di dalam maupun di luar lapangan,” tutup Merino.
Dengan chemistry yang telah terbangun selama bertahun-tahun, kehadiran Zubimendi dan Merino di Arsenal diharapkan menjadi fondasi kuat lini tengah The Gunners, sekaligus membawa pengalaman dan mental juara ke skuad London Utara.


