Ia mencontohkan Declan Rice yang tampil baik sebagai bek sayap melawan Brighton, tetapi tidak menunjukkan performa serupa dalam laga lain, menunjukkan betapa sulitnya menilai efektivitas pemain di posisi non-utama.
Arteta menilai bahwa perpindahan posisi pemain harus dianalisis secara hati-hati, termasuk potensi risiko dan dampaknya terhadap keseimbangan tim.
Piero Hincapie dan Myles Lewis-Skelly tetap menjadi opsi di bek kiri jika Calafiori tidak fit, namun keduanya tidak ideal untuk tampil di sisi kanan.
Krisis di bek kanan menjadi sorotan menyusul minimnya kedalaman skuad di posisi tersebut, yang hanya bergantung pada White dan Timber sebagai pilihan utama.
Beberapa fans bahkan menyampaikan kerinduan terhadap Takehiro Tomiyasu, yang sebelumnya mampu mengisi berbagai pos belakang dengan solid.
Arteta menegaskan bahwa tim akan terus mengevaluasi semua kemungkinan, baik dari internal skuad maupun dalam persiapan bursa transfer mendatang.
Keberlanjutan skuad di posisi bek kanan menjadi pertanyaan besar menjelang musim 2026/27, terutama dengan pola cedera yang berulang dari beberapa pemain kunci.
Untuk sementara, fokus tetap tertuju pada upaya memaksimalkan peluang yang tersisa di Premier League dan Liga Champions.
Arteta menyerukan pendekatan profesional dari seluruh pemain dan staf untuk menghadapi tantangan akhir musim dengan semangat kolektif yang tinggi.
Ia menutup dengan pesan bahwa meski situasi sulit, Arsenal telah membuktikan kemampuan untuk bangkit dari krisis sebelumnya, dan tim siap menghadapi ujian serupa kali ini.


