“Ketika memikirkan seorang pemain, saya ingin duduk di kursinya, memahami apa yang ia pikirkan. Dari sana keputusan yang diambil menjadi lebih tepat,” ujarnya.
Ia juga mengakui bahwa dalam situasi sulit, sumber kekuatan utamanya datang dari para pemain dan staf. Keluarga serta empat sosok mentornya menjadi fondasi emosional dalam menjalankan tugas berat sebagai pelatih kepala Arsenal.
Arteta dan Evolusi sebagai Manajer
Musim ini, Arteta terlihat lebih tenang dibanding musim-musim sebelumnya. Menurutnya, perubahan itu merupakan bagian dari proses alami sebagai manusia dan pemimpin.
“Banyak yang terjadi selama dua atau tiga tahun terakhir. Kebutuhan tim berubah, begitu pula cara saya memimpin,” jelasnya.
Mikel Arteta mengungkapkan bahwa dinamika keluarga, pengalaman enam tahun di Arsenal, serta perubahan lingkungan kerja membuatnya tumbuh menjadi manajer dengan pendekatan yang lebih matang dan terukur.


