Ia menyatakan bahwa tim wasit menunjukkan integritas dengan tidak menghindar dari tanggung jawab meski tekanan sangat besar.
Menurut Arteta, rekaman ulang jelas menunjukkan adanya pelanggaran terhadap David Raya, sehingga pembatalan gol adalah keputusan yang sah.
“Anda butuh keberanian besar untuk mengambil keputusan seperti itu. Di tengah kerumunan pemain, sulit melihat secara langsung, tapi VAR memberi kesempatan untuk melihat kebenaran,” ujarnya.
Raya Penyelamat dan Trossard Penentu Kemenangan
David Raya kembali membuktikan kualitasnya sebagai salah satu kiper terbaik di liga dengan penyelamatan penting di menit ke-70.
Ia menepis tembakan keras Mateus Fernandes dari jarak dekat, aksi yang kemudian disebut Arteta sebagai momen krusial yang menyelamatkan tiga poin.
Di sisi lain, Leandro Trossard menjadi pahlawan setelah mencetak gol tunggal kemenangan di menit ke-83.
Bola umpan terobosan ciamik dari Martin Odegaard diselesaikannya dengan dingin, menunjukkan ketenangan di bawah tekanan tinggi.
Perjalanan Menuju Dua Gelar dalam Satu Musim
Kemenangan ini terjadi dalam periode monumental bagi Arsenal, setelah lolos ke final Liga Champions untuk pertama kalinya dalam 20 tahun usai mengalahkan Atletico Madrid.
Kini, dengan dua laga tersisa dan keunggulan dua poin, gelar Premier League juga berada dalam genggaman.
Arteta menekankan pentingnya fokus pada satu pertandingan demi satu, meski peluang meraih double title semakin terbuka lebar.
“Kami sudah membuktikan bisa menang dalam berbagai situasi. Tapi yang penting sekarang adalah bagaimana kami menyelesaikan tugas, satu per satu,” tegasnya.
Dukungan Fans Jadi Katalis Kemenangan
Arteta juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada para suporter Arsenal yang hadir dalam jumlah besar di London Stadium.


