Dengan susunan lini tengah ofensif yang terdiri dari Martin Odegaard, Eberechi Eze, dan Declan Rice, Arsenal diharapkan bisa lebih dominan dalam menciptakan gol.
Namun, tim tampak kesulitan menembus pertahanan terakhir lawan secara konsisten, menunjukkan adanya ruang untuk evaluasi taktik.
Kemenangan atas Burnley membuat posisi Arsenal semakin kokoh di puncak klasemen, dengan satu langkah lagi menuju mahkota juara.
Jika Manchester City gagal meraih kemenangan atas Bournemouth pada laga berikutnya, gelar juara secara otomatis akan menjadi milik The Gunners.
Bahkan jika pertandingan terakhir tetap menentukan, Arsenal tetap memiliki nasib di tangan mereka sendiri saat menghadapi Crystal Palace di Selhurst Park.
Arteta menegaskan bahwa tim telah melakukan tugasnya dan kini tinggal menunggu hasil dari pertandingan lain sebelum fokus beralih ke laga penutup musim.
Ia menambahkan bahwa tim harus tetap menjaga standar tinggi seperti yang telah ditunjukkan sepanjang musim, terlepas dari tekanan atau situasi di sekitarnya.
Para pemain seperti Saka, Havertz, dan Odegaard terus menunjukkan peran kunci dalam perjalanan menuju gelar juara, meski performa individu tetap menjadi bahan evaluasi.
Kemenangan tipis atas Burnley sekali lagi mengingatkan bahwa dalam sepak bola, hasil akhir lebih penting daripada dominasi statistik.
Bagi suporter, hasil ini membawa harapan besar bahwa gelar juara liga bisa diraih sebelum pertandingan terakhir, mengakhiri puasa selama 22 tahun.
Atmosfer di Emirates Stadium pun semakin memanas menjelang akhir musim, dengan dukungan fanatik yang terus mendorong tim meraih sejarah baru.


