Zubimendi, Gelandang yang Tenang dan Efektif
Martin Zubimendi membuktikan mengapa Arsenal rela bersaing dengan klub top Eropa demi mendapatkannya. Gelandang asal Spanyol ini tampil lincah merebut bola, memotong aliran serangan lawan, dan mengatur tempo permainan dengan tenang.
Momen terbaiknya adalah saat mengirim umpan silang presisi untuk gol Gyokeres. Zubimendi terlihat mampu membuat waktu seolah melambat saat menguasai bola, memberi kesempatan baginya untuk mengendalikan jalannya permainan. Arsenal jelas menemukan “jenderal lapangan” yang dibutuhkan.
Nico Williams Tak Berkutik
Nama Nico Williams sempat masuk daftar incaran Arsenal untuk memperkuat sektor sayap. Namun, sang winger memilih bertahan di Bilbao dengan kontrak jangka panjang hingga 2035.
Di laga ini, Williams tampil kurang optimal. Minimnya suplai bola membuatnya terisolasi dan jarang mendapat ruang untuk mengancam pertahanan Arsenal. Ia akhirnya ditarik keluar pada menit ke-64 tanpa banyak meninggalkan jejak.
Duet Gabriel Saliba Kembali Perkasa
Kembalinya Gabriel Magalhães setelah operasi hamstring menjadi kabar gembira bagi Arsenal, terutama jelang laga pembuka Premier League melawan Manchester United.
Bermain bersama William Saliba, Gabriel tampil solid, tangguh dalam duel udara, dan memimpin lini belakang tanpa tanda-tanda cedera. Duet ini membuat Bilbao kesulitan menembus sepertiga akhir lapangan.
Kai Havertz Siap Bersaing di Lini Depan
Masuk di menit ke-71, Kai Havertz langsung menunjukkan peningkatan fisik usai masa pemulihan. Hanya butuh 11 menit baginya untuk mencetak gol, memanfaatkan umpan panjang Saka dan melewati dua bek Bilbao.
Gol ini menjadi penanda bahwa persaingan posisi striker utama antara Havertz dan Gyokeres akan semakin ketat situasi yang tentu menguntungkan bagi Arsenal.