LONDON – Arsenal kembali merasakan pahitnya kekalahan setelah tumbang 2-1 dari Aston Villa di Villa Park, sebuah hasil yang makin terasa menyakitkan karena datang lewat gol di detik-detik terakhir.
Situasi makin rumit bagi The Gunners setelah Manchester City meraih kemenangan atas Sunderland, sehingga jarak di puncak klasemen kini hanya tersisa dua poin.
Meski begitu, Arsenal masih memimpin Liga Primer dan tampil sempurna di Liga Champions dengan lima kemenangan dari lima laga. Secara keseluruhan, performa mereka musim ini tetap impresif: 17 menang, 3 imbang, 2 kalah dari 22 pertandingan.
Kekalahan dari Villa juga mengakhiri rekor 18 laga tak terkalahkan, salah satu yang terpanjang di Eropa musim ini.
Namun, di balik performa kompetitif tersebut, muncul masalah klasik yang kembali menghantui Arsenal: krisis cedera yang tak kunjung usai.
Lonjakan Cedera: 93 Kasus dalam 18 Bulan
Arsenal saat ini berada di posisi “tidak diinginkan” dalam tabel cedera Liga Primer. Hanya Leeds yang memiliki jumlah cedera lebih banyak musim ini.
Ada 26 kasus cedera yang menimpa para pemain Arsenal sejauh musim 2024/25 berlangsung.
Empat pemain masih absen:
- William Saliba
- Gabriel Magalhaes
- Cristhian Mosquera
- Kai Havertz
Selain itu, nama-nama seperti Odegaard, Saka, White, Martinelli, Trossard, Jesus, Gyokeres, Hincapie, Madueke, dan beberapa lainnya juga mengalami cedera atau kemunduran pada berbagai periode musim ini.



